<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Nurudin&#x27;s Site</title>
<link>http://nurudin.multiply.com/</link>
<description>Assalamu&#x27;alaikum wr.wb.&#x3C;BR&#x3E;Selamat datang. Terima kasih banyak telah mengunjungi &#x22;rumah maya&#x22; saya ini. Semoga Anda tidak keberatan berbagi pengalaman dan banyak hal dengan saya. Selain mengajar, kegiatan sehari-hari saya adalah membaca buku menulis artikel dan menulis resensi buku di media cetak, serta menulis buku tentang teknik penulisan, komunikasi, dan menjadi editor beberapa buku. Sekali lagi terima kasih kerelaan berbagi dengan saya.&#x3C;BR&#x3E;Wassalamu&#x27;alaikum wr.wb&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Best Regards&#x3C;BR&#x3E;Nurudin&#x3C;BR&#x3E;&#x26;nbsp; &#x3C;embed src=&#x27;http://www.clocklink.com/clocks/1001-black.swf?TimeZone=GMT0700&#x26;&#x27; width=&#x27;150&#x27; height=&#x27;150&#x27; type=&#x27;application/x-shockwave-flash&#x27; allowscriptaccess=&#x27;never&#x27; wmode=&#x27;transparent&#x27;&#x3E;&#x26;nbsp; 
&#x3C;DIV align=center&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://www.amazingcounter.com/&#x22;&#x3E;&#x3C;IMG alt=&#x22;Web Tracking&#x22; src=&#x22;http://cb.amazingcounters.com/counter.php?i=2241563&#x26;amp;c=6725002&#x22; border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://www.quality-singles.com/reviews/chemistry.htm&#x22;&#x3E;Date Feedback&#x3C;/A&#x3E;&#x3C;/DIV&#x3E;&#x26;nbsp;</description>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 13:42:22 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Mon, 2 Jun 2008 12:44:13 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Nurudin&#x27;s Site</title>
<url>http://images.nurudin.multiply.com/logo</url>
<link>http://nurudin.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Lokakarya Penulisan Buku Teks DIKTI 2008</title>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/calendar/item/10002/Lokakarya_Penulisan_Buku_Teks_DIKTI_2008</guid>
<pubDate>Mon, 2 Jun 2008 12:44:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Artis jadi pejabat &#x26; gagalnya kaderisasi Parpol </title>
<description>    &#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=Arial size=2&#x3E;&#x3C;FONT face=arial color=#000066 size=2&#x3E;&#x3C;B&#x3E;Oleh Nurudin&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x3C;STRONG&#x3E;&#x3C;FONT color=#000066 size=2&#x3E;(Sumber: Solo Pos, 12 Mei 2008)&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT face=Arial size=2&#x3E;&#x3C;FONT face=arial color=#000066 size=2&#x3E;&#x3C;B&#x3E;Setelah Rano Karno (Wakil Bupati Kabupaten Tangerang) dan Dede Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Barat) menjadi pejabat, Saipul Jamil (penyanyi dangdut dan presenter) dan Wanda Hamidah berencana mengikuti mereka. &#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;  &#x3C;FONT face=Arial size=2&#x3E;&#x3C;FONT color=#000000&#x3E;Saipul Jamil akan diusung PPP sebagai kandidat Wakil Walikota Serang, sementara Wanda Hamidah siap maju sebagai calon Wakil Walikota Tangerang. &#x3C;BR&#x3E;Yang menjadi pertanyaan kita adalah mengapa banyak artis yang tertarik menjadi pejabat dan kenapa pula Parpol merasa berkepentingan terhadap posisi seorang artis?&#x3C;BR&#x3E;Realitas media&#x3C;BR&#x3E;McGinniss (1969) dalam The Selling of The President 1968 pernah menyebutkan adanya kekuatan penting yang diperankan oleh media massa dalam pemilihan. Media massa mampu menentukan pilihan seseorang setelah ikut membentuk, manipulasi citra yang dilakukan seorang kandidat. Terbukti, ada peningkatan jumlah pemilih secara drastis terhadap seorang kandidat setelah dipublikasikan media massa. &#x3C;BR&#x3E;Itu berarti, media mampu membentuk...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/51/Artis_jadi_pejabat_gagalnya_kaderisasi_Parpol_</guid>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 08:19:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>live dialog interaktif</title>
<description>Acara: Citra Pustaka
Pembicara: Nurudin
Jam: 10.00-11.00</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/calendar/item/10001/live_dialog_interaktif</guid>
<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 08:33:11 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>KURSUS MENULIS ARTIKEL</title>
<description>Di sini kita bisa sharing banyak hal tentang menulis</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/links/item/11/KURSUS_MENULIS_ARTIKEL</guid>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 05:25:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Orang Miskin Sebagai Komoditas</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Oleh Nurudin&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;(artikel ini pernah dimuat harian &#x3C;EM&#x3E;Joglosemar&#x3C;/EM&#x3E;, Solo, &#x26;nbsp;7 April 2008)&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Akhir-akhir ini, Indonesia dilanda krisis pangan. Akibatnya, harga kebutuhan pokok masyarakat menaik tajam. Jika tidak dilakukan kebijakan ekonomi yang radikal, bukan tidak mustahil krisis kian menjadi-jadi. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Krisis di Amerika menjadi salah satu penyebabnya.&#x26;nbsp; Krisis itu bahkan menyebabkan&#x26;nbsp; Negeri Paman Sam harus memberlakukan kebijakan dengan memberikan stimulus ekonomi senilai US$ 150 miliar. Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve menurunkan suku bunga sampai 75 basis poin menjadi 3,5 persen. Meski untuk sementara ekonomi Amerika agak stabil, kalau terjadi gejolak mendadak, Indonesia ekonomi jelas akan terkena imbasnya. Mengapa? Karena Indonesia menganut ekonomi pasar. Sehingga, perubahan yang terjadi di pasar dunia sangat berkaitan erat dengan perubahan ekonomi dalam negeri.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Memperbincangkan gejolak ekonomi dalam negeri mau tidak mau kita harus melihat secara lebih luas tentang &#x201C;...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/50/Orang_Miskin_Sebagai_Komoditas</guid>
<pubDate>Tue, 8 Apr 2008 09:00:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Media Massa, Kunci Pemenangan Pilkada</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;Sumber, harian Joglosemar, 11 Maret 2008&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Oleh Nurudin&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Hiruk pikuk menyambut perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Tengah&#x26;nbsp;sudah dirasakan di mana-mana. Berbagai spanduk, stiker, baliho identitas para kandidat sudah bermunculan hampir di setiap tempat. Model kampanye terselubung seperti itu juga dilakukan oleh masing-masing kandidat dengan berbagai cara agar dikenal oleh masyarakat luas. Tetapi, kampanye itu tidak akan populer dan berdampak kuat tanpa peran media massa. Inilah kunci pemenangan Pilkada Jateng.&#x3C;BR&#x3E;McGinniss (1969) dalam The Selling of The President 1968 menyebutkan adanya kekuatan menentukan yang diperankan oleh media massa dalam pemilihan.&#x26;nbsp; Alasannya, media massa dalam praktiknya ikut menentukan pilihan seseorang setelah ikut membentuk, manipulasi citra yang dilakukan seorang kandidat. Terbukti, ada peningkatan jumlah pemilih secara drastis terhadap seorang kandidat setelah dipublikasi media massa. &#x3C;BR&#x3E;Maka, media juga secara sengaja telah memainkan peran be...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/49/Media_Massa_Kunci_Pemenangan_Pilkada</guid>
<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 13:28:31 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bias Berita Media soal Wafatnya Soeharto</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT size=2&#x3E;Sumber: Jawa Pos, 30 Januari 2008&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT size=2&#x3E;Oleh Nurudin&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT size=2&#x3E;Mengamati pemberitaan media massa (cetak dan elektronik) kita sebelum dan sesudah meninggalnya mantan Presiden Soeharto, saya ikut merinding. Secara kuantitas, hampir semua media massa sudah kehilangan daya kritisnya. Semua pemberitaan nyaris seragam, memberitakan hal yang positif tentang mantan pengusa Orde Baru (Orba) tersebut. &#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Itu tak bermaksud, media massa harus memberitakan sisi negatif saja. Hanya yang agak aneh, keberpihakan media sangat terasa. Tak kalah anehnya adalah pemberitaan seputar pemakaman Soeharto.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Apakah itu hanya terjadi pada media massa dalam negeri? Tidak. Media massa luar negeri justru lebih ngeri karena hanya memberitakan sisi buruk Soeharto tanpa melihat sisi positif yang selama ini sudah diberikan kepada bangsa dan negara ini.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Washington Post menurunkan tulisan dengan judul In Indonesia&#x2019;s Ex-Dictator Soeharto. Sementara itu, ada pula judul-judul yang dibuat; Buried, Soldier, Savior, Strongman, Crook (Newsweek), Suha...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/48/Bias_Berita_Media_soal_Wafatnya_Soeharto</guid>
<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 22:56:29 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Meluasnya Kejahatan Sosial di TV</title>
<description>&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi &#x26;nbsp;menyoroti &#x26;nbsp;televisi yang dinilai berlebihan dalam menayangkan gambar kasus video porno anggota DPR Yahya Zaini (YZ) dengan penyanyi dangdut Maria Eva (ME). Di mata Hasyim, penayangan gambar tanpa pakaian terus-menerus merupakan kejahatan publisistik dan kekejaman keji terhadap keluarga yang bersangkutan serta mendidik sangat buruk pada anak-anak yang menontonnya di seluruh Indonesia. Tindakan YZ&#x26;nbsp; memang merupakan kesalahan terbatas, sedangkan penayangan berlebihan itu merupakan kejahatan sosial yang meluas.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;Dalam beberapa tayangan infotainment, televisi menayangkan adegan tersebut berulang-ulang. Bisa dipahami kalau televisi ingin menyajikan realitas sesungguhnya dari apa yang terjadi. Intinya, televisi ingin objektif dalam mengungkapkan sebuah fakta yang terjadi meskipun kenyataannya justru sebaliknya. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;STRONG&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;Kebenaran dan Fiksi&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;Namun demikian, dan ini diakui oleh Louis Alvin D...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/47/Meluasnya_Kejahatan_Sosial_di_TV</guid>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 07:59:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Perlunya Melarang Calon Incumbent dalam Pilkada</title>
<description>&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa calon independen diperbolehkan menjadi calon kepala daerah. Demokratisasi di daerah terbuka sedikit. Kita boleh berharap, tetapi jangan terlalu optimistis. Demokratisasi di daerah akan semakin terbuka lebar jika ada pelarangan terhadap&#x3C;I&#x3E; incumbent.&#x3C;/I&#x3E; Inilah agenda politik terbesar tahun 2008, &#x26;nbsp;masa yang akan datang, dan harus diwacanakan mulai sekarang. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;Ini bukan alasan yang mengada-ada atau ingin menolak dasar hukum yang sudah dibuat. Tetapi, &#x3C;I&#x3E;incumbent&#x3C;/I&#x3E; selalu lekat dengan ketidakadilan politik yang dilakukannya selama ini. Artinya, ada ketumpangtindihan antara peran dirinya sebagai kepala daerah yang sudah dijabat dengan posisi dirinya sebagai calon. Jika fakta ini tidak bisa diatasi, prinsip keadilan politik dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung (Pilkadal) tidak akan pernah terwujud.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;Tulisan ini, bukan bermaksud menunjukkan suka dan tidak suka pada seorang &#x3C;I&#x3E;incumbent&#x3C;/I&#x3E;. Tetapi, lebih didasarkan pada kepentingan keadilan politik d...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/46/Perlunya_Melarang_Calon_Incumbent_dalam_Pilkada</guid>
<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 01:16:44 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Beasiswa</title>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/links/item/10/Beasiswa</guid>
<pubDate>Tue, 8 Jan 2008 05:57:02 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>RUMAH BEASISWA INDONESIA</title>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/links/item/9/RUMAH_BEASISWA_INDONESIA</guid>
<pubDate>Tue, 8 Jan 2008 05:55:37 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pentingnya Menegakkan Jurnalisme Kemanusiaan</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;B&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Abstract:&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x3C;I&#x3E;This writing discuss about humanism journalism in &#x3C;/I&#x3E;&#x3C;I&#x3E;Indonesia&#x3C;/I&#x3E;&#x3C;I&#x3E;. Humanism journalism is the most important thing must be application by mass media, because it is journalism based on humankind dignity as main orientation on media writing. Without it, journalism in &#x3C;/I&#x3E;&#x3C;I&#x3E;Indonesia&#x3C;/I&#x3E;&#x3C;I&#x3E; will be dehumanization, but media interest, political will of government as a few obstacles to keep up it.&#x3C;/I&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x3C;B&#x3E;Kata Kunci&#x3C;/B&#x3E;: Jurnalisme kemanusiaan, media massa. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;B&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Pendahuluan&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Pers kita menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang multi etnis dengan beragam heterogenitas. Tetapi, tidak semua media massa kita mampu untuk menyadari betapa heterogenitas itu tanpa dilandasi dengan semangat jurnalisme kemanusiaan hanya akan memperkeruh suasana yang buntutnya perseteruan yang tak kunjung usai. Akibatnya, persoalan bangsa ini semakin jauh dari penyelesaian.&#x26;nbsp; &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Tulisan ini akan membahas pentingnya perjuangan menegakkan jurnalisme kemanusiaan dengan melihat sejarah kemunculan kemanusiaan, kaitan antara manusia dan k...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/45/Pentingnya_Menegakkan_Jurnalisme_Kemanusiaan</guid>
<pubDate>Mon, 7 Jan 2008 22:04:09 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Media Massa dan Penanggulangan  Bencana </title>
<description>&#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x3C;STRONG&#x3E;Sumber: Solo Pos, 7 Januari 2008&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Saat memberikan kuliah beberapa waktu lalu, saya ditanya seorang mahasiswa, &#x201C;Apakah media massa bisa mengatasi bencana? Apakah tidak justru menakut-nakuti masyarakat?&#x201D;.&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x3C;B&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;B&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Persuasi Media&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Sebenarnya, diakui atau tidak, media massa (cetak dan elektronik) punya pengaruh kuat yang membekas dalam pikiran masyarakat. Bahkan bisa dikatakan, media massa punya kekuatan penuh untuk membentuk seperti apa masyarakat. Tidak itu saja, media juga bisa menentukan wajah seperti apa masyarakat di masa depan. Dengan kata lain, media massa berperan dalam memajukan sejarah peradaban manusia. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent2 style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Asumsi tersebut juga berarti bahwa media massa berperan besar dalam&#x26;nbsp; memulihkan&#x26;nbsp; bencana alam (termasuk&#x26;nbsp; banjir yang melanda di kota Solo dan sekitarnya). Artinya, media langsung atau tidak, ikut ambil bagian dalam memulihkan trauma masyarakat, mengembalikan kondisi seperti semula atas banjir tersebut.&#x26;nbsp; Dengan kekuatannya media te...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/44/Media_Massa_dan_Penanggulangan_Bencana_</guid>
<pubDate>Sun, 6 Jan 2008 22:17:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>N  U  R  U  D  I  N</title>
<description>Penulis dan Dosen di Universitas Muhammadiyah Malang</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/links/item/8/N_U_R_U_D_I_N</guid>
<pubDate>Sat, 5 Jan 2008 10:22:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kisah Di Balik Tirai Kebesaran </title>
<description>Judul                     : China Undercover (&#x201C;Rahasia&#x201D; Di Balik Kemajuan Cina)
Penulis                  : Chen Guidi dan Wu Chuntao
Penerbit               : Ufuk Press, Jakarta
Tahun Terbit         : Oktober, 2007
Tebal 	           : 362 + xxvi halaman
Peresensi            : Nurudin
Sumber               : Jawa Pos, 30 Desember 2007.


Ternyata, cerita tentang keagungan negeri China yang kita dapatkan dalam buku-buku sejarah dan pelajaran dari guru-guru kita tidak seratus persen benar. Selama ini, asumsi tentang negeri tirai bambu tersebut berkait erat dengan keagungan peninggalan sejarah China, kekaisaran yang kuat, &#x201C;macan asia&#x201D;, dan atribut keagungan lainnya. Tetapi, mitos-mitos itu dibantah oleh buku China Undercover ini. Buku ini melihat dari sisi lain dan apa yang sebenarnya terjadi yang tidak diketahui oleh masyarakat dunia tetapi dirasakan oleh rakyat di negara itu. Tak lain, karena adanya pembatasan informasi yang sengaja dilakukan untuk dunia luar. Sehingga, kabar ten...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/reviews/item/13</guid>
<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 10:42:44 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sultan HB X dan Beban Kekuasaan Warisan Orde Baru  </title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Semakin kuat desakan masyarakat agar Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) bersedia untuk menjadi calon presiden (Capres) pada tahun 2009. Sementara itu, Sultan yang bernama kecil Herjuno Darpito tersebut mengatakan agar pihak-pihak tertentu tak buru-buru mencalonkan dirinya menjadi Capres. Dengan santun Sultan mengatakan agar ia jangan didorong-dorong biar tidak menimbulkan konflik dan persaingan tak sehat di masyarakat atas pencalonan dirinya yang terlalu dini.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Peluang Sultan untuk menjadi Capres sangat besar, mengingat tidak saja sudah ada parpol yang akan mencalonkannya, tetapi juga bisa melalui jalur independen. Tentunya, sebagai seorang raja Ngayogyokarto Hadiningrat (baca: kekuasaan Jawa), ia punya dilema yang tidak gampang dipecahkan. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;B&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Peran Strategis&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Keinginan Sultan untuk ikut bursa pencalonan presiden jelas mempunyai peran strategis. &#x3C;B&#x3E;Pertama,&#x3C;/B&#x3E; Sultan adalah representasi kepemimpinan yang dianggap berhasil di Yogyakarta. Dalam kurun waktu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/43/Sultan_HB_X_dan_Beban_Kekuasaan_Warisan_Orde_Baru_</guid>
<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 00:43:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Munculnya orang-orang Zelotes dalam Pilkada</title>
<description>&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt&#x22;&#x3E;Pasangan Fauzi Bowo-Prijanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar telah ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Karena sudah ditetapkan, dua pasangan itu jelas akan terikat oleh aturan hukum yang sudah dibuat, termasuk masa kampanye. Namun demikian, kedua pihak sudah melakukan kampanye baik melalui kegiatan yang melibatkan massa, spanduk dan kampanye di televisi. Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI juga disoroti dan diharapkan tidak memihak pada pasangan calon tertentu.&#x26;nbsp; Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung belum dilaksanakan, tetapi bibit konflik sudah mulai mengemuka. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt&#x22;&#x3E;Pilkada DKI Jakarta sangat penting artinya bagi republik ini. &#x3C;B&#x3E;Pertama,&#x3C;/B&#x3E; ia dilaksanakan di ibukota negara Indonesia, Jakarta dan akan menjadi barometer pelaksanaan Pilkada dan demokrasi di daerah yang lain. &#x3C;B&#x3E;Kedua,&#x3C;/B&#x3E; &#x26;nbsp;Pilkada DKI Jakarta punya tingkat heterogenitas tinggi yang akan menjadi tantangan tersendiri. &#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt&#x22;&#x3E;Namun demikian, ketidakpuasan massa ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/42/Munculnya_orang-orang_Zelotes_dalam_Pilkada</guid>
<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 11:46:23 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Belajar Kearifan Dari Buku-Buku Cerita Silat</title>
<description>&#x3C;P class=MsoBodyTextIndent style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;Keberadaan buku-buku cerita silat (Cersil),&#x26;nbsp; saat ini mulai langka. Ia kalah dengan buku-buku berthema seks, buku cerita remaja, buku &#x3C;I&#x3E;how to&#x3C;/I&#x3E; yang merebak di pasaran. Padahal buku-buku Cersil bisa mengajarkan kearifan hidup bagi pembacanya. Ia tidak saja sebuah cerita rekaan, tetapi ada unsur fakta sejarah dengan berbagai contoh moral tokoh-tokohnya yang layak untuk dikonsumsi. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoBodyTextIndent style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp; Bahkan ada banyak perkumpulan pembaca Cersil seperti MTjersil (Masarakat Tjersil). Penggemar Kho Ping Ho telah mengabadikan karya-karyanya di&#x26;nbsp; &#x3C;I&#x3E;e-book&#x3C;/I&#x3E;.&#x26;nbsp; Misalnya, &#x3C;I&#x3E;Bu-kek Sian-su, Dewi Sungai Kuning (Huang-ho Sian-li)&#x3C;/I&#x3E; dan &#x3C;I&#x3E;Pedang Kayu Harum&#x3C;/I&#x3E;. Tak terkecuali buku-buku karya SH Mintadja yang begitu terkenalnya seperti &#x3C;I&#x3E;Nogososro Sabuk Inten, Pelangi di Langit Singasari, Suramnya Bayang-Bayang, Hijaunya Lembah Hijaunya Lereng Pegunungan&#x3C;/I&#x3E;. Atau karya Herman Pratikto yang diantaranya sudah&#x26;nbsp; cet...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/41/Belajar_Kearifan_Dari_Buku-Buku_Cerita_Silat</guid>
<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 14:15:46 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Neoliberalisme di Sekitar Kita</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;Setelah Sony Corporation (Tangerang) dan Mitshubisi Motors (Sunter) hengkang dari Indonesia, kini perusahaan sepatu Nike Indonesia Corporation (NIC) memberikan sinyal akan melakukan hal serupa. Tentu saja, keinginan tersebut membuat puluhan ribu buruh Nike mengadakan demonstrasi. Buruh menilai, bahwa ada alasan terselubung NIC untuk memindahkan perusahaan sepatu itu ke luar negeri. &#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Sebenarnya, jika dikaji lebih jauh munculnya kasus tersebut &#x26;nbsp;-- keinginan sepihak perusahaan Nike untuk pergi dari Indonesia dan pemecatan buruh -- juga kesalahan pemerintah. Pemerintah kita, masih menganut paham neoliberalisme yang memang sedang digalakkan di dunia ini dengan negara Barat sebagai penganut dan penganjurnya. Alasan neoliberalisme ideal, tetapi esensinya merugikan negara berkembang dan hanya menguntungkan negara maju.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Ajaran neoloberalisme setidak-tidaknya mempunyai indikator sebagai berikut; &#x3C;B&#x3E;pertama,&#x3C;/B&#x3E; memberikan keleluasaan investor asing masuk ke Indonesia. Ini konsekuensi dari ne...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/40/Neoliberalisme_di_Sekitar_Kita</guid>
<pubDate>Wed, 8 Aug 2007 07:57:26 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mempercantik Blog</title>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/links/item/7/Mempercantik_Blog</guid>
<pubDate>Thu, 2 Aug 2007 14:21:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kepentingan di balik revisi UU Pokok Pers </title>
<description>   &#x3C;FONT face=Arial size=2&#x3E;&#x3C;FONT face=verdana,arial color=#000000 size=2&#x3E;Seandainya saya harus memilih antara kehidupan pemerintahan &#x3C;BR&#x3E;tanpa surat kabar dengan adanya surat kabar tanpa pemerintahan, &#x3C;BR&#x3E;saya&#x2014;tidak ragu-ragu lagi&#x2013;akan memilih yang terakhir; &#x3C;BR&#x3E;ada surat kabar tanpa adanya &#x3C;BR&#x3E;pemerintah&#x201D; (Thomas Jefferson, mantan Presiden AS) &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;  &#x3C;FONT face=Arial size=2&#x3E;&#x3C;FONT color=#000000&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Ketika saya menjadi peserta dalam acara Konferensi dan Lokakarya Nasional Pendidikan Jurnalisme di Indonesia: Tantangan dan Kompetensi, di Yogyakarta beberapa waktu lalu, terungkap imbauan agar peserta ikut menolak revisi Undang-undang Pokok Pers No 40/1999 yang diusulkan pemerintah. &#x3C;BR&#x3E;Sementara itu, dalam kunjungan kerja di harian Kompas beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, mengatakan revisi itu sifatnya penyempurnaan. Ia kemudian menegaskan, dalam konsep rancangannya tak ada pasal yang menyebut pemberedelan. Bahkan dikatakan lebih lanjut, freedom of the press menjadi kata kunci, tetapi dilengkapi tanggung jawab.&#x3C;BR&#x3E;Alasan pemerintah&#x3C;BR&#x3E;Mengapa pemerintah ngotot melakukan revisi UU Pokok P...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/39/Kepentingan_di_balik_revisi_UU_Pokok_Pers_</guid>
<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 22:17:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pengaruh Kuat Partai GAM</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E;  &#x3C;P id=mulai&#x3E;&#x3C;B&#x3E;PENDIRIAN&#x3C;/B&#x3E; Partai GAM di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendapat protes keras sejumlah kalangan di Indonesia. Kecurigaan muncul karena tanda gambar partai itu mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan menjadi reinkarnasi organisasi yang pernah dilarang di NAD tersebut serta menjadi simbolisasi militer GAM.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Pihak deklarator mengatakan tidak ada kaitannya antara Partai GAM dengan GAM sebagai gerakan militer. Perdebatan merembet ke persoalan yuridis. Gubernur Lemhanas, Muladi, mengatakan,parpol itu bertentangan dengan MoU Helsinki, UU II/ 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan PP mengenai parpol daerah.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Sementara itu, sejumlah pejabat tinggi partai tersebut mengatakan, Partai GAM tidak bertentangan dengan aturan hukum mana pun, termasuk Kesepakatan Damai Helsinki.Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa pendirian Partai GAM mendapat sorotan tajam oleh Pemerintah Indonesia, dan mantan GAM membela habis-habisan?&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Setidak-tidaknya, Partai GAM punya problem krusial. Antara lain, pert...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/38/Pengaruh_Kuat_Partai_GAM</guid>
<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 22:12:38 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kapitalisasi Pendidikan</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Tahun lalu, saya ikut senang karena anak saya yang diterima di MIN Malang 1 diberi kesempatan membeli buku tidak di sekolah. Pikiran saya, sekolah yang terkenal mahal di kota Malang tersebut tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Ini terbukti tidak ada paksaan sekolah harus membeli buku pelajaran di sekolah. Itu ditunjukkan dengan informasi judul buku, siapa pengarangnya, penerbitnya mana disebut lengkap dalam edaran.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Namun demikian, ketika anak saya naik kelas 2, perasaan tersebut harus saya pendam dalam-dalam. Kenapa? Sebab, ketika anak saya diberikan daftar buku pelajaran untuk kelas 2, tidak disebutkan lagi data detail tersebut. Ini berarti, sekolah memaksa murid-muridnya membeli buku-buku di sekolah tersebut. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Saya tidak menyesali anak saya sekolah di sekolah favorit tersebut. Namun, persoalan ini juga menjadi kerisauan para orang tua wali murid yang lain. Beberapa diantaranya, mengeluh karena sekolah tidak memberi kesempatan lagi orang tua membeli buku di luar sekolah, yang te...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/37/Kapitalisasi_Pendidikan</guid>
<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 11:54:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pengantar Komunikasi Massa</title>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/photos/album/17/Pengantar_Komunikasi_Massa</guid>
<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 12:32:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>&#x201C;Hantu Baru&#x201D; Bernama BHMN</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Malang akan berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) (&#x3C;I style=&#x22;mso-bidi-font-style: normal&#x22;&#x3E;Surya&#x3C;/I&#x3E;, 9/3/07). Tentu saja, perubahan status ini menyimpan problem krusial karena&#x26;nbsp; &#x201C;dipaksakan&#x201D; sementara perangkat yang disediakan belumlah cukup sempurna disiapkan.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Sejumlah PTN di Malang sudah mulai ancang-ancang dengan melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut. Harapannya, dengan BHMN, PTN diharapkan bisa lebih kreatif mencari dana mandiri demi pengembangan PT-nya. Maka, berlombalah PTN membuat kebijakan yang mengarah ke sana. Beberapa diantaranya adalah dengan menaikkan biaya SPP. Kebijakan menaikkan SPP adalah kebijakan yang sangat mungkin cepat bisa direalisasikan. Meskipun ada banyak protes dari mahasiswa, PTN jalan terus.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 28.05pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=3&#x3E;Di sisi lain, PTN juga punya ambisi yang tak kalah uniknya. Jurusan yang biasanya hanya menerima 1 atau dua kelas setiap tahun, disulap dengan menerima 5 sampai 6 kelas paralel. Alasannya, inilah kebijakan cepat untuk mendatangkan uang...</description>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/journal/item/36/36</guid>
<pubDate>Tue, 3 Apr 2007 12:52:30 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dasar-dasar Penulisan, Maret 2007</title>
<guid isPermaLink="true">http://nurudin.multiply.com/photos/album/16/Dasar-dasar_Penulisan_Maret_2007</guid>
<pubDate>Thu, 22 Mar 2007 22:59:07 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>